Konsentrasi merupakan salah satu bagian penting dalam proses belajar anak sekolah dasar. Anak yang sulit berkonsentrasi dapat mudah terdistraksi, kurang memperhatikan penjelasan guru, atau kesulitan menyelesaikan tugas. Namun, anak yang sulit fokus tidak selalu berarti malas. Kebiasaan sehari hari dan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi.
Jangan Lewatkan Sarapan
Sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang penting sebelum anak berangkat sekolah. Anak membutuhkan energi dan zat gizi untuk menjalankan berbagai aktivitas, termasuk belajar. Penelitian (Susilowati et al., 2021) terhadap 103 anak sekolah dasar menemukan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan dan konsentrasi belajar. Anak yang terbiasa sarapan memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak sarapan.
Hal serupa juga ditemukan dalam penelitian (Yulia, 2024) yang menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dan konsentrasi belajar anak sekolah dasar. Karena itu, orang tua sebaiknya membiasakan anak sarapan sebelum berangkat sekolah dengan makanan yang beragam dan bergizi.
Pastikan Anak Mendapat Istirahat Yang Cukup
Selain makanan, waktu istirahat juga perlu diperhatikan. Anak yang kurang beristirahat dapat merasa lelah dan mengantuk ketika mengikuti pembelajaran. Orang tua dapat membantu dengan membiasakan jadwal tidur yang teratur dan menciptakan suasana yang nyaman sebelum tidur. Kebiasaan tersebut dapat membantu anak lebih siap menjalani aktivitas sekolah pada hari berikutnya.
Perhatikan Penggunaan Gadget
Gadget dapat digunakan sebagai sarana belajar, tetapi penggunaannya perlu diatur. Penggunaan gadget yang terlalu lama, terutama untuk hiburan, dapat membuat anak lebih mudah terdistraksi dan mengurangi waktu untuk belajar serta bermain aktif.
(Hedrin, 2025) Menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget untuk aktivitas non edukatif, semakin rendah kemampuan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar. Siswa yang menggunakan gadget lebih dari dua jam per hari memiliki fokus yang lebih rendah dibandingkan siswa yang menggunakannya kurang dari satu jam.
Kajian (Hakiki et al., 2026) juga menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang tinggi, khususnya untuk hiburan, cenderung berkaitan dengan penurunan konsentrasi belajar siswa SD. Sebaliknya, penggunaan untuk tujuan edukatif dengan durasi yang terkontrol memiliki dampak yang relatif lebih rendah terhadap konsentrasi. Karena itu, penggunaan gadget sebaiknya didampingi orang tua dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Ajak Anak Aktif Bergerak
Belajar tidak harus selalu dilakukan sambil duduk. Anak juga membutuhkan kesempatan untuk bergerak dan bermain. Penelitian (Muhdar, 2025) mengenai siswa sekolah dasar menemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan konsentrasi belajar. Sementara itu, (Shobirotus & Sutapa, 2025) menemukan bahwa aktivitas fisik memberikan pengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa slow learner di sekolah dasar. Aktivitas sederhana seperti berjalan, bermain, bersepeda, atau berolahraga dapat menjadi pilihan agar anak tetap aktif di sela kegiatan belajar.
Jangan Abaikan Kondisi Emosional Anak
Konsentrasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Anak yang sedang sedih, cemas, takut, atau mengalami masalah dengan teman dapat mengalami kesulitan untuk fokus saat belajar. Karena itu, ketika anak sulit berkonsentrasi, orang tua dan guru sebaiknya tidak langsung memberikan label “malas”. Ajak anak berbicara dan cari tahu apa yang sedang dirasakan. Dukungan yang positif dapat membuat anak merasa lebih aman dan nyaman dalam mengikuti pembelajaran.
Yuk, Bantu Anak Lebih Fokus Belajar
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan adalah:
- Membiasakan anak sarapan sebelum sekolah.
- Menjaga waktu tidur tetap teratur.
- Mengatur penggunaan gadget.
- Memberikan waktu untuk bermain dan bergerak.
- Menciptakan suasana belajar yang nyaman.
- Mendengarkan cerita dan perasaan anak.
Konsentrasi belajar bukan hanya tentang kemampuan anak memperhatikan guru. Asupan makanan, istirahat, penggunaan gadget, aktivitas fisik, dan kondisi emosional juga perlu diperhatikan. Dengan dukungan dari keluarga dan sekolah, anak dapat membangun kebiasaan sehat yang membantu mereka lebih siap dan nyaman dalam belajar.
Referensi
Hakiki, I. N., Laeli, S., & Hasnin, H. D. (2026). DAMPAK PENGGUNAAN GADGET PADA KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR THE EFFECT OF GADGET USE ON ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS ’ CONCENTRATION IN LEARNING. 4(2), 150–156.
Hedrin, D. (2025). Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Konsentrasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Selama Pembelajaran PJOK Daring. https://doi.org/10.21009/jpja.v8i02.61681
Muhdar, S. (2025). DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR. 10.
Shobirotus, S., & Sutapa, P. (2025). Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Slow learner di Sekolah Dasar.
Susilowati, F., Lestari, N. E., & Shifa, N. A. (2021). Konsentrasi Belajar pada Anak Sekolah Dasar dapat di Pengaruhi oleh Sarapan Pagi dan Status Gizi. I(01), 16–24.
Yulia, S. A. (2024). HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DENGAN KONSENTRASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR : LITERATURE REVIEW. 3(1), 22–30.