Detail Artikel

Detail Artikel


Apa benar cyberbulling bisa lebih berbahaya daripada perundungan tradisional?

Waktu Publish :2026-06-24 14:49:15, Oleh : Meli Tri Sayekti, SKM

Apa itu cyberbullying?
Cyberbullying (perundungan dunia maya) ialah bullying/perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, media chat, dan ruang game online.

Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan calon korban. Contohnya :

  1. Menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media sosial
  2. Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui media chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial, atau memposting sesuatu yang memalukan
  3. Meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya dengan akun palsu atau masuk melalui akun seseorang) dan mengirim pesan jahat kepada orang lain atas nama mereka.
  4. Trolling - pengiriman pesan yang mengancam atau menjengkelkan di jejaring sosial, ruang obrolan, atau game online
  5. Menyiapkan/membuat situs atau grup (group chat, room chat) yang berisi kebencian tentang seseorang atau dengan tujuan untuk menebar kebencian terhadap seseorang
  6. Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan seseorang
  7. Memberikan suara untuk atau menentang seseorang dalam jajak pendapat yang melecehkan
  8. Membuat akun palsu, membajak, atau mencuri identitas online untuk mempermalukan seseorang atau menyebabkan masalah dalam menggunakan nama mereka
  9. Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat dalam percakapan seksual.

Beberapa penyebab orang melakukan cyberbullyng adalah: 

1.     Anonimitas dan ketidakpedulian

Orang sering merasa bisa melakukan cyberbullyng karena merasa aman di balik layar komputer atau ponsel mereka.

Mereka dapat menyembunyikan identitas, dan merasa bahwa tidak akan ada yang tahu tindakan mereka, menganggap cyberbullyng yang dilakukan tidak akan memiliki konsekuensi/dampak dalam kehidupan nyata.

2.     Keinginan untuk Memuaskan diri sendiri

Beberapa orang melakukan cyberbullyng karena mereka mendapatkan kepuasan atau rasa kuasa, dengan merendahkan atau menyakiti orang lain secara online. Mereka mungkin merasa bahwa tindakan tersebut memberi mereka perasaan superioritas atau merasa lebih jagoan

3.     Masalah Pribadi atau Emosi Negatif

Sering kali orang yang melakukan cyberbullyng memiliki masalah pribadi atau emosi negatif yang mereka luapkan kepada orang lain.  Mereka mungkin merasa frustrasi, cemburu, atau tidak bahagia, dan menggunakan cyberbullyng sebagai saluran untuk mengeluarkan emosi tersebut. 

4.     Pengaruh Lingkungan

Beberapa anak mungkin terlibat dalam cyberbullyng karena mereka merasa tekanan dari teman sebaya atau kelompok tertentu. Mereka mungkin khawatir akan kehilangan persahabatan atau ingin mendapatkan penerimaan/pengakuan dari kelompok (Gank) mereka.

5.     Tidak Faham Tentang Dampak yang di Timbulkan

Terkadang pelaku mungkin tidak sepenuhnya menyadari betapa jahatnya  tindakan mereka bagi korban. Mereka mungkin tidak memahami dampak emosional atau masalah Psikis yang serius yang dapat dialami oleh korban cyberbullyng

Dampak Cyberbullyng Untuk Kesehatan Mental

Nah, berikut dampak cyberbullying pada kesehatan mental korbannya:

1.     Rasa Malu

Karena cyberbullyng terjadi di dunia maya, kejahatan ini akan sulit dilupakan. Korban bisa merasa terekspos, malu, dan tidak percaya diri. Ketika cyberbullyng terjadi, materi, pesan, atau teks yang berisi penghinaan dapat dibagikan kepada banyak orang. Banyaknya orang yang tahu tentang intimidasi ini dapat menyebabkan korban merasa terhina dan malu.

2.     Percobaan Bunuh Diri dan Self Harm

Menurut penelitian yang termuat dalam jurnal ilmiah berjudul ide bunuh diri pada korban cyberbullyng yang dipublikasikan di jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan UNESA cyberbullyng  merespons perasaan depresi mereka dengan melukai diri sendiri sampai ide untuk bunuh diri.

Menurut jurnal di atas, korban bullying ataupun cyberbullyng melaporkan bahwa mereka pernah mencoba untuk bunuh diri. Dan menganggap bahwa Melukai diri sendiri merupakan salah satu cara pelampiasan emosi karena menjadi korban cyberbullyng.

3.     Depresi dan Kecemasan

Korban cyberbullyng dapat mengalami kecemasan, depresi, dan kondisi terkait stres lainnya.

Tekanan tambahan dari cyberbullyng  secara terus-menerus juga dapat menghilangkan perasaan bahagia dan tenang pada korban, sebaliknya dapat meningkatkan perasaan khawatir dan dikucilkan.

4.     Hilangnya Rasa Percaya Diri

Pelaku cyberbullyng biasanya menyerang hal di kehidupan yang membuat korban rentan. Misalnya, pelaku cyberbullyng akan menargetkan korban dengan keterbatasan fisik. Intimidasi secara online dapat berdampak pada hilangnya harga diri korban,

Karena hilangnya rasa Percaya diri ini Korban mungkin akan mulai merasakan keraguan terhadap diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka akan menghindari berinteraksi dan beraktivitas.

Cara Mengatasi Cyberbullying Bagi Pelaku dan Korban

Berikut adalah langkah-langkah yang komprehensif untuk mengatasi cyberbullying bagi pelaku dan korban:

1. Mengatasi cyberbullying bagi pelaku

Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

a.      Memahami tindakan yang dilakukan, pahami dampak tindakan yang dapat merusak mental dan emosional korban, serta berpotensi berdampak pada masa depan pelaku.

b.     Menghentikan tindakan, jangan mengulangi tindakan dengan cara berhenti mengirimkan pesan kasar, komentar merendahkan, atau penyebaran informasi palsu.

c.      Batasi penggunaan media sosial, jika dengan menggunakan media sosial membuatmu ingin melakukan tindakan  perundungan, sebaiknya jangan lagi menggunakan media sosial.

d.     Minta maaf,  mengakui kesalahan dan menunjukkan niat untuk berubah adalah langkah yang positif.

e.      Mengikuti prosedur hukum, jika perundungan menyebabkan pelanggaran hukum, pelaku harus mengikuti aturan hukum yang berlaku. Misalnya menjalani masa hukuman atau membayar denda.

2. Mengatasi cyberbullying bagi korban

Tindakan yang perlu dilakukan jika menjadi korban cyberbullying:

a.      Menghentikan interaksi dengan pelaku, korban sebaiknya menghindari kontak dengan pelaku cyberbullying

b.     Menyimpan bukti,  simpan bukti tindakan cyberbullying yang dilakukan oleh pelaku. Termasuk tangkapan layar pesan, komentar, atau postingan yang merendahkan. Bukti ini bisa digunakan jika perlu melaporkan kasus tersebut pada pihak yang berwenang.

c.      Melaporkan ke pihak berwenang, laporkan ke polisi atau pihak berwenang yang kompeten. Mereka dapat membantu menangani kasus tersebut.

d.    Mendapatkan dukungan emosional, dalam mengatasi dampak emosional cyberbullying, korban sebaiknya mencari dukungan dari keluarga, teman, atau seorang konselor. Berbicara dengan seseorang yang peduli dapat membantu mengatasi stres dan trauma. Atau bisa menghubungi tenaga professional, missal psikolog jika memungkinkan.

 

SUMBER:

https://www.unicef.org/indonesia/id/child-protection/apa-itu-cyberbullying

https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-cyberbullying-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya

Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA. Diakses pada 2025. Ide Bunuh Diri pada Korban Bullying.




Kembali