Detail Artikel

Detail Artikel


Pentingnya Skrining sebagai Garis Pertahanan Utama Melawan Kanker Serviks

Waktu Publish :2026-06-10 16:34:56, Oleh : Meli Tri Sayekti, SKM

Apa Itu Kanker Serviks?

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah suatu keganasan untuk berkembang pada sel-sel di leher rahim. Serviks sendiri terletak di sepertiga bagian bawah uterus, berbentuk silindris dan menonjol.

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Saat seseorang terkena HPV, sistem kekebalan tubuh sebenarnya bisa mencegah virus agar tidak membahayakan. Tetapi, pada sebagian orang virus ini bertahan selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan sejumlah sel serviks menjadi sel kanker.

Serviks Tidak Bergejala pada Tahap Awal

Hal yang harus Anda waspadai adalah kanker serviks tidak bergejala pada tahap awal. Hal ini dikarenakan perkembangan sel kanker terbatas pada area kecil, yaitu di lapisan permukaan leher rahim, sehingga tidak mempengaruhi saraf atau jaringan di sekitarnya.

Selain itu, perkembangan sel kanker serviks sangatlah lambat. Dalam banyak kasus, dibutuhkan waktu bertahun-tahun menimbulkan perubahan sel abnormal di area serviks menjadi sel kanker. Kondisi ini akan membuat sel kanker bertumbuh selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala.

Kemudian, sel kanker serviks juga berada di bagian tubuh yang tidak terlihat dan tidak terasa. Dengan begitu, ketika terjadi perubahan kecil pada area tersebut, tubuh tidak memberikan sinyal rasa sakit yang bisa dirasakan penderitanya.

Gejala Kanker Serviks Fase Lanjut

Seperti yang telah dibahas, kanker serviks tidak menimbulkan gejala pada fase awal. Adapun gejala kanker serviks yang lebih dari stadium 1 ditandai oleh beberapa gejala sebagai berikut:

  • Keputihan dalam jumlah yang banyak dan berbau
  • Perdarahan vagina ketika melakukan hubungan seksual
  • Perdarahan tidak wajar dari vagina padahal sedang tidak haid
  • Siklus menstruasi tidak teratur dan cenderung menjadi lebih panjang
  • Rasa sakit pada panggul (di perut bagian bawah), pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  • Hilangnya nafsu makan sehingga menyebabkan berat badan menurun
  • Badan terasam lemas dan mudah lelah

Ketika sudah merasa mengalami ciri-ciri kanker serviks tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan mengabaikan gejala yang muncul karena bisa memperburuk kondisi sehingga bisa kehilangan kesempatan untuk memperolehp pengobatan yang efektif.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Serviks

Hampir sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi dari HPV. Kanker leher rahim dimulai ketika sel-sel sehat di serviks mengalami perubahan (mutasi) pada DNA.

Selain virus HPV, ada faktor risiko yang dapat meningkatkan kanker serviks antara lain:

  • Riwayat keturunan, seseorang menjadi dua kali lebih rentan jika dalam keluarga ada yang pernah menderita kanker serviks
  • Aktivitas seksual pada usia muda
  • Bergonta-ganti pasangan seksual
  • Kebiasaan merokok, HPV akan menetap di tubuh
  • Sudah beberapa kali hamil dan melahirkan
  • Penyakit menular seksual, terutama infeksi klamidia
  • Gangguan imunitas
  • Penggunaan pil KB jangka waktu lbh dr 5 tahun

Seberapa Bahaya Kanker Serviks bagi Perempuan?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kanker serviks adalah jenis kanker terbanyak pada urutan nomor 2 di Indonesia.

Bagi perempuan kanker serviks sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian terutama jika terlambat mendapatkan penanganan.

Mortalitas, atau angka kematiannya sendiri mencapai 50%. Hal ini karena kanker serviks dapat menyerap organ-organ yang penting di dalam tubuh.

Diagnosis Kanker Serviks

Ketika mengalami gejala yang mengarah pada kanker leher rahim, maka ada beberapa jenis pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan.

Tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui keberadaan kanker serviks, tingkat keparahan (stadium), dan penyebarannya.

Setelah dokter mengonfirmasi gejala yang dialami, maka prosedur selanjutnya menjalani beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis kanker serviks. Berikut adalah pilihan pemeriksaan untuk mendiagnosa kanker serviks:

Skrining

Skrining ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks. Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mendiagnosa sel prakanker yang mungkin di kemudian hari  dapat berkembang menjadi kanker serviks.

Untuk pemeriksaan, bisa memilih metode skrining berikut ini:

  • IVA Test: metode pengusapan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3-5 persen pada leher rahim.
  • Pap-smear metode ini dilakukan untuk mendeteksi sel abnormal yang terdapat di dalam rahim dan leher rahim (serviks).

Pengobatan/tindak lanjut penanganan pada pasien kanker serviks:

Pengobatan kanker serviks melibatkan pendekatan multidisiplin, sering kali menggabungkan bedah, radioterapi, kemoterapi, terapi target, atau imunoterapi berdasarkan stadium. Stadium awal umumnya ditangani dengan operasi (histerektomi), sementara stadium lanjut menggunakan kombinasi kemoradiasi. Pemilihan terapi disesuaikan dengan kondisi pasien.

Berikut adalah metode terapi utama untuk kanker serviks:

·    -Operasi (Bedah): Dilakukan pada stadium awal untuk mengangkat sel kanker. Tindakan meliputi konisasi, trakelektomi (pengangkatan serviks saja), atau histerektomi radikal (pengangkatan serviks, rahim, sebagian vagina, dan kelenjar getah bening).

·    -Radioterapi (Terapi Radiasi): Menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terdiri dari External Beam Radiation Therapy (EBRT) dari luar tubuh dan brakiterapi (radiasi internal/implan).

·    -Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker, sering kali diberikan bersamaan dengan radiasi (kemoradiasi) untuk meningkatkan efektivitas.

-Terapi target (Imunoterapi): Terapi yang lebih baru untuk menyerang sel kanker secara spesifik atau membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan kanker. 

Pemilihan metode pengobatan tergantung pada stadium kanker, ukuran tumor, serta keinginan pasien untuk mempertahankan kesuburan. Konsultasi dengan tim onkologi sangat penting untuk menentukan rencana perawatan yang tepat.


sumber rujukan:

https://www.alodokter.com/kanker-serviks

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4169/gejala-dan-penyebab-kanker-serviks-cervical-cancer-yang-perlu-kita-ketahui

https://www.biofarma.co.id/id/announcement/detail/mengenal-ciri-dan-gejala-kanker-serviks-penyebab-dan-pencegahan-wajib-diketahui

https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/106904




Kembali